Postingan

Cerpen - #6 Gugur

Gambar
Sengatan matahari perlahan mulai terik. Lapangan sekolah penuh dengan beragam aktivitas. Daun pohon mangga di sudut lapangan menari-nari tertiup angin musim hujan. Hari ini adalah hari Sabtu. Hari dimana semua kegiatan ekstrakulikuler dilakukan. Semua siswa di lapangan kelihatan sibuk dengan aktivitasnya. Tidak terkecuali aku. Aku sibuk mencuri pandang dari balik bahu teman barisan depan. Aku berbaris di bagian belakang, terkadang sesekali menggeserkan kepala ke samping untuk bisa melihatnya. Salah satu anugerah terindah yang Tuhan hadirkan ke bumi. Apalagi kalau bukan senyum manis di wajahnya. Aku merasa terserang diabetes mellitus tiap kali berpapasan pandang dengannya. Walaupun kini terasa sedikit berbeda. Apel latihan pagi dimulai. Pertanda pertemuan hari ini resmi dibuka. Paralel dengan pikiranku yang mulai terbang ke masa-masa itu. Aroma khas sekretariat memenuhi ruangan persegi panjang itu. Semua anggota baru berkumpul. Hari ini adalah jadwal kumpul perdana ba...

Cerpen - #5 Badai

Gambar
Gema suara bel menjalar ke seisi gedung. Sinyal jam istirahat telah tiba. Siswa berbondong-bondong meninggalkan ruang kelas. Sedikit menumpuk dan terjadi kemacetan. Maklum, gedung tempat belajar kami terdiri dari deretan kelas yang hanya memiliki satu akses keluar. Gedung itu hanya menyediakan satu lorong yang terasa sempit saat semua orang keluar bersamaan. Aku termasuk orang yang paling awal keluar kelas. Hari ini terasa berbeda. Jika kemarin aku selalu betah untuk berlama-lamaan di kelas. Kini situasinya berubah seratus delapan puluh derajat. Sejak insiden itu, duduk di bangku kelas tak lagi seindah duduk di taman bunga. Semua obrolan terasa membosankan. Hembusan kipas angin justru membuatku gerah. Apalagi menyimak pelajaran, jangankan masuk kuping kanan keluar kuping kiri, menyentuh kuping pun tidak. Aku berjalan lesu menyusuri lorong yang kekurangan cahaya. Tiap langkah kakinya paralel dengan perasaanku yang sedang berkecamuk. "Kok bisa ya?", "kaka...

Kualitas Udara Meningkat Saat Pandemi, Berita Baik?

Gambar
ini adalah esai opini yang dilombakan dalam kompetisi Menulis Opini yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud 2020. gatau dah juara apa engga. menang ga menang sing penting nulis ! Kualitas Udara Meningkat Saat Pandemi, Berita Baik? Diberlakukannya karantina wilayah/ lockdown di sebagian besar wilayah di dunia akibat pandemi Covid-19, kini menimbulkan dinamika baru. Di Indonesia sendiri, pemerintah telah merespon kondisi tersebut melalui Presiden Joko Widodo yang mengimbau kepada masyarakat untuk “belajar, bekerja dan beribadah dari rumah”. Kemudian disusul dengan diterbitkannya Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait penyesuaian pendidikan di Indonesia serta dimulainya kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) oleh pemerintah di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. Karantina yang dilakukan oleh sebagian besar wilayah di dunia ini bukan tanpa alasan. Menurut WHO, kunci untuk memutus rantai penyebaran virus ini adalah...

Cerpen - #4 Tiba-tiba

Gambar
Di tengah kekagumanku, sejujurnya aku belum pernah sekalipun menunjukan ketertarikanku padanya. Aku selalu berusaha untuk senormal mungkin saat menghadapinya. Nada bicara selalu ku atur sewajar mungkin, ekspresi wajah, gestur tangan, hingga langkah kaki selalu ku perhatikan saat berada di dekatnya. Hal ini tidak lain karena minimnya pengalamanku soal bergaul dengan perempuan, khususnya perempuan yang aku senangi. Aku tidak tahu apakah dia tahu tentang perasaanku. Aku terlalu egois untuk tidak memberi tahunya. Mengaguminya dalam diam, sudah cukup bagiku untuk bisa bahagia seharian di kelas. Pikirku saat itu. Hari berganti hari. Ketidak beraniannya aku dalam mengungkapkan rasa, harus dibayar mahal dengan sebuah berita besar. Ku dengar, dia sudah resmi jadian dengan orang lain. Kakak kelas pula. Pedih men. Rasanya seperti rongga dada yang ditekan secara paksa oleh gaya sebesar 50 KN. Sejak hari itu semangat hidupku sedikit tergerus. Seperti sampan tua yang karam diterjang o...

Cerpen - #3 My Next Secretary

Gambar
Seseorang mengetuk pintu kelas. Seisi kelas yang ramai, seketika hening ketika suara ketukan terdengar. Sosok pria dewasa berkemeja merah mengambil alih suasana.   Ia adalah guru IPS spesialis ekonomi yang akan membersamai kami untuk setahun ke depan. Ceramah kedisiplinan dan kebersihan yang diberikan wali kelas kami, ditutup dengan pemilihan struktur organisasi kelas. Aku yang selama enam tahun di sekolah dasar berpengalaman menjadi ketua kelas, memberanikan diri mencalonkan diri. Tidak kusangka, aku menang voting pemilihan ketua kelas. Entah atas alasan apa teman-teman memilihku. Seorang anak dari SD kampung yang nekat meneruskan pendidikan ke sekolah favorit. Tuhan seolah punya cerita khusus yang disiapkan untukku. Aku menerima amanah itu. Pemilihan struktur organisasi kelas dilanjutkan. Saatnya menentukan siapa yang mengisi posisi sekretaris, bendahara dan beberapa seksi. What a lucky moment! Potongan terbaiknya adalah; dia. Dia yang belakangan membuat kabur fok...

Menikah? Siapa Takut!!!

Gambar
ini adalah resume dari hasil seminar pra-nikah yang diadain sama himpunan mahasiswa muslim pascasarjana ui di engineering center ftui hari sabtu, 12 oktober 2019. sebenernya ga ada kewajiban peserta harus bikin catetan atau sebagainya. gua ngide aja, sekalian murojaah. biar ga mubazir, ilmu semulia ini masa mau dibiarin gitu aja. ya barangkali ada readers yang membutuhkan tulisan ini, kan jadi amal jariyah buat kita semua yang terlibat. selamat menikmati! pemateri: 1. Ustaz M. Syukron Muchtar, Lc - Pembina Brother Fillah 2. Ustazah Ita Roihanah, ST. MT. - Co-Founder Bride Talk Capture Your Dream Marriage ·        Start with Why? Hal mendasar yang harus diselesaikan sebelum melakukan sesuatu adalah memulainya dengan sebuah alasan. Kenapa kita melakukan hal ini? Alasan kenapa seorang manusia harus menikah? 1.      Syariat (perintah) Allah  ÙˆَØ£َÙ†ْÙƒِØ­ُوا الْØ£َÙŠَامَÙ‰ٰ Ù…ِÙ†ْÙƒُÙ…ْ ÙˆَالصَّالِØ­ِينَ ...

Cerpen - #2 Dia

Gambar
Hari pertama masuk sekolah. Aku mengambil posisi duduk di tengah kelas. Tidak terlalu depan, tidak terlalu belakang. Aku duduk bersama satu teman semeja baru yang sama-sama masih canggung dalam percakapan. Hari itu berjalan sebagaimana hari-hari pertama sekolah lainnya. Setelah sukses dengan hari-hari perkenalan di kelas, aku mulai menikmati keberadaanku. Salah satu hal yang aku syukuri di kelas adalah aku dipertemukan dengan dia. Perempuan manis, periang, berjilbab putih yang bertetanggaan meja denganku. Aku yang miskin pengalaman soal asmara, kewalahan dengan perasaan tidak biasa yang meluap-luap. Saat kelas berlangsung, sesekali aku melirik ke mejanya, kemudian menundukkan kepala, lantas melirik ke mejanya lagi, dan terus begitu hingga berulang. Tidak lain aku hanya ingin menatap wajah ayunya, sambil berharap mendapatkan senyuman manis darinya. *** Seperti bintang yang berkedip di langit, membuat setiap mata enggan melepas pandangannya, walau sekejap. Begitupun...

Diary#2

Gambar
14.28 saat matkul Elektronika Daya di Gedung A Ruang 216 PNJ Kalo emang rindu, kenapa harus malu? Katanya dah gak mau peduli lagi.. Tapi kok masih suka stalk? Tiap buka hp pasti stalk profilnya, nungguin status dia sampe online, buka keyboard di room chat, typing, back, typing, back, gitu terus sampe gua sadar kalo bukan siapa siapanya lagi. Pengen tapi takut.. takut ga bisa balik lagi, takut keterusan, takut jadi cowo plin-plan. Padahal nyatanya emang.. perasaan ini udah susah buat dibendung lagi, udah meluap-luap. Rasanya pengen dicurahin aja, tapi gatau ke siapa. Ya Allah.. ternyata begini rasanya menjaga hati Menahan pandangan, mengurung rasa Padahal bisa aja gua nabrak itu semua. Berani chat, telfon, tanya kabar, ketemuan, ajak jalan. Tapi sekali lagi, gua takut sama Allah. Khawatir kalo semua kenikmatan itu gua ambil sekarang, malah di depannya ga akan terasa nikmat lagi. Bukankah sesuatu akan terasa lebih nikmat ketika ditahan dan diperjuangkan? Contohny...

Reformasi Dikorupsi!

Gambar
Ini adalah salah satu tulisan yang meramaikan aksi nasional mahasiswa tanggal 24 September 2019 di gedung MPR/DPR kemaren. gua salah satu partisipannya. khususnya di kampus gua, PNJ, ngadain Aksi Kreatif pas malem sebelum aksi. Di acara tersebut gua menyumbangkan sebuah Monolog yang teksnya gua share di sini. Syahdu banget asli, apalagi dibacain gelap-gelap malem hari ditambah sorot cahaya lilin. Teks Monolog – Aksi Kreatif PNJ Bangkit! Konten: pelemahan kpk, ruu-pks, ruu-kuhp, karhutla, pemindahan ibu kota Petakan sawah yang dahulu subur bak hamparan permadani hijau, kini perlahan menguning, bukan karena datangmya musim panen, melainkan gersang akibat kekeringan. Langit biru yang dahulu setia menghiasi langit Jambi, kini ia marah. Wujudnya memerah, seolah ingin mengabarkan bahwa di tanah yang ia naungi sedang terjadi huru-hara. Masyarakat Riau dan sekitar dipaksa untuk berevolusi; dipaksa beradaptasi dengan menghirup udara penuh polusi. Hari ini, koruptor s...

Selamat Ulang Tahun, Aku!

Gambar
jadi gua pengen curhat. 12 September kemaren tuh hari lahir gua yang ke 20. Cie pala dua. Ketika baru bangun dari rebahan abis pembinaan pagi, di asrama, gua kaget sama notif di hp. ga nyangka dong, unpredictable banget deh. sebuah pesan wa masuk. isinya adalah sebuah surat/dokumen word dari seseorang, bagi gua itu adalah kado yang paling spesial di hari bahagia ini. siapakah gerangan? kepo kan? ah, siapapun dia, gua akuin dia ngerti banget apa yang gua rasain. pesannya disampaikan dengan bahasa sederhana tapi dalem. asli gua nangis bacanya. From:  *****  (soon to be a nurse) To: Dicky Darmawan Title: happy Birthday Selamat ulang tahun ke-20 dik! Ga kerasa ya aku kenal kamu udah 6 tahun. Sekarang kamu udah makin dewasa, jauhhh disbanding 6 tahun lalu. Kamu tau, dulu waktu SMP kelas 1 (iya masih bocah banget) kamu sering lewat kelas aku. I think kamu habis shalat duha. Terus waktu aku lagi di depan   pintu ada salah satu temen aku nanya, kamu lagi s...